Berbicara tentang sebuah istilah “Bahasa’ memang terdengar menarik namun terasa mudah dan sepele, bagaimana tidak terdengar sepele? Bisa direnungkan dan dipikirkan kembali, bahwa manusia sejak lahir sudah disambut dengan kata-kata dan manjaan dari kedua orang tua dengan kata”Hai sayang, selamat datang di dunia ini” secara tidak langsung sang ibu/ayah memberikan sapaan sekaligus memperkenalkan bahasa kepada sang bayi yang baru lahir dan masih polos belum mengenal apapun di dunia termasuk bahasa. Hingga semakin tumbuh sang anak, orang tua mengajarkan bagaimana berbicara dan mengartikan bahasa terhadap perilaku dan kegiatan hidup sehari-hari. Lalu apa yang harus dipermasalahkan dalam bahasa?
Dari hal di atas, menarik kesimpulan bahwa manusia sejak lahir sudah diperkenalkan dengan bahsa sehari-hari, namun diperhatikan apakah bahasa yang dismapaikan dan diajarkan kepada sang anaak sudah merupakan bahasa yang baik dan sesuai kaidah bahasa indonesia sendiri aatau tidak. Pada kenyataannya dikalangan umum khususnya di masyarakat seorang ibu yang mengajarkan bahasa terhadap anak masih sangat tidak baik untuk tidak dicontoh, karena sang anak justru diajarkan bahasa yang tidak baku seperti mamam yang seharusnyaa sang orang tua mengucapkan bahasa yang sesungguhnya yaitu makan, agar sang anak bisa merespon dan terbiasa dengan bahasa yang baik pula agar menjadi kebiasaan menggunkan bahsa yang baik dan benar kedepannya.