Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, memegang peranan penting dalam mempercepat penguasaan ilmu teknologi . Hal itu dikarenakan matematika merupakan sarana berpikir untuk menumbuhkembangkan cara berpikir logis, sistematis, dan kritis. Erman Suherman dkk berpendapat bahwa “”…….dan matematika itu sendiri bisa memasuki seluruh segi kehidupan manusia, dari yang paling sederhana sampai kepada yang paling kompleks”. Oleh karena itu, matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari di semua jenjang pendidikan. Dari yang tingkat paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi semua dituntut mempelajari matematika.
Namun, masih banyak siswa di sekolah-sekolah menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, terdapat beberapa factor yang menyebabkan matematika masih dianggap menjadi pelajaran yang sulit yaitu salah satunya metode yang digunakan pendidik dalam menyampaikan materi. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain menyebutkan bahwa kedudukan metode adalah sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran dan juga sebagai alat untuk mencapai tujuan , sehingga penggunaan metode yang tepat dalam proses pembelajaran akan berpengaruh juga terhadapa hasil belajar siswa.
Pada hakikatnya, tidak semua siswa menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit bahkan bagi sebagian siswa, matematika adalah pelajaran yang menyenangkan. Hal ini dapat ditinjau dari aspek kemampuan dan kecerdasan siswa yang dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu yang memiliki kemampuan dan kecerdasan dibawah rata-rata, rata-rata dan diatas rata-rata. Melihat keberagaman tingkat kecerdasan yang dimiliki oleh siswa tersebut,pada umumnya siswa yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata memiliki motivasi belajar yang tinggi dan memiliki penalaran yang cepat dibandingkan siswa yang memiliki kecerdasan rata-rata dan dibawah rata-rata khususnya pada pelajaran matematika.
Apabila proses pembelajaran masih menggunakan metode yang konvensional yaitu teacher center, dimana pendidik yang lebih banyak berperan dalam proses pembelajaran sedangkan siswa menjadi lebih pasif maka hal ini mengakibatkan tidak meratanya pemahaman siswa dalam proses pembelajaran matematika sehingga sebagian siswa merasa tidak mampu menyelesaikan soal atau masalah yang diberikan, yang berakibat siswa merasa bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan.
Oleh karena itu, perlu adanya metode baru dalam proses pembelajaran yang mampu memberikan kesetaraan pemahaman dan penalaran bagi siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang berbeda-beda khususnya pada pelajaran matematika.